PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA.

PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI
DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA.
Ben Michael Tan
CONFESSION [PENGAKUAN]
THE FAREWELL PILGRIMAGE [HAJI WADA]

Pada tanggal 18 dzul-hajjah, setelah menyelesaikan ibadah haji terakhirnya (hajjatul-widaa), nabi sawa meninggalkan mekah menuju madinah, di mana ia dan kerumunan orang mencapai tempat bernama ghadir khum (yang dekat dengan juhfah hari ini). Itu adalah tempat di mana orang-orang dari berbagai DAERAH harus mengucapkan selamat tinggal yang baik untuk satu sama lain dan mengambil rute yang berbeda untuk rumah mereka. Di tempat ini, ayat berikut diturunkan:
HAI RASUL, SAMPAIKANLAH APA YANG DITURUNKAN KEPADAMU DARI TUHANMU. DAN JIKA TIDAK KAMU KERJAKAN KAMU TIDAK MENYAMPAIKAN AMANAT-NYA. ALLAH MEMELIHARA KAMU DARI MANUSIA . SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG KAFIR. [QS 5:67]
Rasul allah menyatakan : " tampaknya waktu mendekati ketika aku akan dipanggil ( oleh allah ) dan aku akan menjawab panggilan bahwa saya berangkat ke DUA HAL YANG BERHARGA DAN JIKA ANDA MEMATUHI KEDUANYA , KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT SETELAH SAYA pergi . Adapun dua hal itu adalah KITAB ALLAH [ALQURAN] DAN SUNAH PADA KETURUNANKU [AHLULBAIT] . Kedua tidak akan pernah terpisah dari satu sama lain sampai mereka datang kepadaku didalam ( surga ). "

LALU RASULULLAH MELANJUTKAN: "APAKAH AKU TIDAK MEMILIKI HAK ATAS KAUM BERIMAN LEBIH DARI ADA DIRI MEREKA SENDIRI " TERIAK ORANG-ORANG DAN MENJAWAB : " YA , RASULULLAH . " KEMUDIAN NABI ( SAWA ) MENGANGKAT TANGAN ' ALI DAN BERKATA : "BARANG SIAPA MENGANGGAP AKU SEBAGAI PEMIMPINNYA (MAWLA), MAKA BAGINYA ALI ADALAH JUGA PEMIMPINNYA (MAWLA). YA ALLAH, DUKUNGLAH SIAPA YANG MENDUKUNG DIA (ALI), DAN MUSUHILAH SIAPA YANG MENJADI MUSUHNYA."

SEGERA SETELAH NABI (SAWA) SELESAI BERPIDATO, AYAT BERIKUT DARI AL QUR'AN DITURUNKAN:
..... PADA HARI INI TELAH KUSEMPURNAKAN UNTUK KAMU AGAMAMU, DAN TELAH KU-CUKUPKAN KEPADAMU NI'MAT-KU, DAN TELAH KU-RIDHAI ISLAM ITU JADI AGAMA BAGIMU.... [QS 5:3]



CONFESSION [PENGAKUAN]
KEPEMIMPINAN DAN BETAPA ALLAH SWT MENCINTAI AHLUL BAIT NABI
Berikut Adalah Beberapa Ayat Dari Al-Qur'an Tentang Kebenaran Pure Imams [Imam Ma’sum]
[QS 33:33], [QS 42 :23], [QS 3:61], [QS 3:103], [QS 9:119], [QS 6:153], [QS 4:59], [QS 4:115], [ QS 13:7], [1:6-7], [QS 4:69], [ QS 21: 27-28], [QS 5:55], [QS 20:82], [QS 2:208], [QS 102:8], [QS 5:67], [QS 5:3], [QS 70:1-2], [QS 7:172], [QS 4:54], [QS 56:79], [QS 3:7], [QS 21:73] – [QS 16:43]

CONCLUSION

Kepemimpinan [IMAMAH] memiliki dua bagian.
Bagian pertama adalah PEMIMPIN/NABI/IMAM. Kami percaya bahwa karena Allah tahu siapa yang terbaik untuk posisi tersebut, DIA menugasi pemimpin bagi umat manusia, seperti yang ditunjukkan dalam Al-Qur'an (lihat Qur'an 2:124, 21:73, 32:24, dll). PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA. Agar kepemimpinan memanifestasikan dirinya dalam pemerintahan, ada Bagian kedua yang diperlukan, yaitu para PENGIKUT. Harus ada pengikut bagi pemimpin yang memimpin dan pada akhirnya dapat membentuk pemerintahannya.

Allah telah menyelesaikan karunia-Nya atas kita dengan MENETAPKAN KEPEMIMPINAN. Hal ini tinggal kita untuk melakukan dan menjalaninya, yaitu untuk mengikuti KEPEMIMPINAN NABI DAN AHLUL-BAIT. Jika kita melakukannya, pemimpin akan datang secara otomatis ke dalam kekuasaan dalam kehidupan duniawi ini. Namun, jika kita tidak mematuhi mereka, PEMIMPIN tersebut tidak memiliki kekuatan dalam penampilan dan Pergerakannya dan ia tetap sebagai pemimpin spiritual bagi beberapa pengikutnya yang setia (Imam al-Muttaqin ).

PANDANGAN SUNNI DAN PARA SEJARAHWAN UNTUK MELIHAT PERISTIWA INI


Banyaknya ulama Sunni yang menceritakan kejadian ini, baik secara rinci ataupun ringkasannya, sungguh mengagumkan! Peristiwa historis ini dikisahkan oleh 110 sahabat Nabi (sawa), 84 tabi'in, dan kemudian oleh ratusan pakar Dunia Islam, sejak abad pertama hingga abad ke-14 Hijriah (abad tujuh hingga abad dua puluh M).
Angka-angka di atas hanya sebagian/kilasan yang direkam ulama Sunni!

Di bawah ini sebagian kecil rujukan sumber-sumber periwayatan itu. Banyak di antara ulama (yang meriwayatkanya) tidak saja mengutip pernyataan Nabi (sawa) tapi juga menegaskannya sebagai SAHIH (autentik):
1. al-Hakim al-Naysaburi, al-Mustadrak `ala al-Sahihayn (Beirut), volume 3, pp. 109- 110, p. 133, p. 148, p. 533. Ia menegaskan bahwa hadis ini sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim; al-Dhahabi membenarkan keabsahannya.
2. al-Tirmidhi, Sunan (Cairo), vol. 5, p. 633
3. Ibn Majah, Sunan, (Cairo, 1952), vol. 1, p. 45
4. Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari bi Sharh Sahih al-Bukhari, (Beirut, 1988), vol. 7, p. 61
5. Al-'Ayni, 'Umdat al-Qari Sharh Sahih al-Bukhari, vol. 8, p. 584
6. Ibn al-'Athir, Jami` al-'usul, i, 277, no. 65;
7. Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, vol. 2, p. 259 and p. 298
8. Fakhr al-Din al-Razi, Tafsir al-Kabir, (Beirut, 1981), vol. 11, p. 53
9. Ibn Kathir, Tafsir Qur'an al-'Azim, (Beirut), vol. 2, p. 14
10. Al-Wahidi, Asbab al-Nuzul, p. 164
11. Ibn al-'Athir, Usd al-Ghaba fi Ma'rifat al-Sahaba, (Cairo), vol.3, p. 92
12. Ibn Hajar al-'Asqalani, Tahdhib al-Tahdhib, (Hyderabad, 1325), vol. 7, p. 339
13. Ibn Kathir, al-Bidayah wa al-Nihayah, (Cairo, 1932), vol. 7, p. 340, vol. 5, p. 213
14. Al-Tahawi, Mushkil al-Athar, (Hyderabad, 1915), vol. 2, pp. 308-9
15. Nur al-Din al-Halabi al-Shafi'i, al-Sirah al-Halabiyya, vol. 3, p. 337
16. Al-Zurqani, Sharh al-Mawahib al-Ladunniyya, vol. 7, p. 13

MENANGGAPI PENDAPAT YANG TIDAK PERCAYA TERHADAP KEGAIBAN IMAM MAHDI

Kegaiban dan Falsafahnya
Kegaiban (ghaibah) termasuk salah satu keistimewaan imam kedua belas, Imam Mahdi afs. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Ahlulbait as. Abdul ‘Azim Al-Hasani meriwayatkan sebuah hadis dari Imam Muhammad Al-Jawad as, dari ayah dan kakek-kakeknya, dari Amirul Mukminin Ali as, beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qa’im (Imam Mahdi as) itu dari keturunan kami, ia akan mengalami kegaiban yang sangat panjang masanya, aku melihat orang-orang Syi’ah pada masa kegaibannya itu pergi berlalu-lalang ke sana ke mari mencarinya bagaikan hewan-hewan ternak yang berhamburan mencari tempat perlindungan, namun mereka tidak menemukannya. Ketahuilah, barang siapa di antara mereka yang berpegang teguh pada ajarannya dan hatinya tidak menjadi keras akibat panjangnya kegaiban Imamnya itu, kelak ia akan bersamaku dalam satu derajat pada Hari Kiamat.”
Kemudian beliau melanjutkan, “Sesungguhnya Al-Qa’im itu dari keturunan kami, apabila ia telah bangkit (muncul), ia tidak akan mengadakan baiat dan kompromi kepada seorang penguasa pun. Oleh karena itulah kelahirannya tersembunyi dan sosoknya pun dalam kegaiban." [ Muntakhab Al-Atsar, hal. 251.]
Diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin as, dari ayahnya, dari kakeknya Ali bin Abi Thalib as, bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qa’im itu dari keturunan kami, ia akan mengalami dua kali kegaiban; kegaiban yang satu lebih panjang dari yang lainnya. Hanya orang-orang yang kokoh keyakinannya dan benar makrifatnyalah yang akan tetap berpegang teguh kepada Imamahnya." [ Muntakhab Al-Atsar, hal. 251.]
Dalam rangka membongkar falsafah dan hikmah kegaiban Imam Zaman afs, kita harus menengok dan mengkaji sejarah hidup dan sirah para imam suci as Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa mayoritas umat Islam telah membaiat Khalifah Abu Bakar setelah wafatnya Rasul saw. Kemudian, kekhalifahan jatuh ke tangan Umar, dan setelahnya ke tangan Utsman.
Pada akhir kekuasaan Khalifah Utsman, telah terjadi pemberontakan massa terhadapnya lantaran banyaknya kebusukan dan kerusakan yang timbul dari perlakuan yang tidak adil terhadap rakyatnya. Akhirnya mereka membunuh Ustman. Dan setelah itu, mereka membaiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.
Pada masa kekuasaan tiga khalifah, Imam Ali as yang merupakan khalifah yang sah, yang langsung diangkat oleh Rasulullah saw atas perintah Allah SWT, lebih banyak diam dalam menghadapi penyelewengan-penyelewengan mereka. Hal itu beliau lakukan demi menjaga maslahat kaum muslimin yang baru mengenal Islam. Beliau tidak banyak berbicara kecuali pada hal-hal yang telah lengkap buktinya. Pada sat yang sama, beliau sama sekali tidak lalai untuk selalu berkhidmat dan bekerja keras demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin.
Namun pada masa kekhilafahannya, Imam Ali as terpaksa menghabiskan seluruh masa itu di medan-medan peperangan melawan pasukan 'Aisyah, Muawiyah, dan kelompok Khawarij. Kehidupan beliau pun berakhir dengan syahadah di tangan salah seorang pengikut Khawarij.
Kemudian kita saksikan bagaimana Imam Hasan as mencapai syahadahnya setelah diracun oleh seseorang atas perintah Muawiyah. Dan setelah kematian Muawiyah, anaknya Yazid menduduki kursi kekuasaan dinasti Umayah. Yazid sama sekali tidak mengenal nilai-nilai Islam, tidak pula mengamalkannya. Karenanya, Islam terancam kehancuran pada masa kekuasaannya itu akibat dari perilakunya yang sewenang-wenang. Oleh karena itu, Imam Husein as bangkit demi menegakkan keadilan. Akhirnya, beliau meraih syahadah dalam keadaan teraniaya. Dengan cara demikian itu, beliau telah dapat menyelamatkan Islam dari ancaman kehancuran, karena hanya dengan cara itulah beliau telah berhasil membangkitkan tidur dan kelalaian umat Islam. Hanya saja, kondisi sosial masa itu belum meluangkan untuk menegakkan negara Islam yang adil.
Berangkat dari sinilah para imam suci pasca kesyahidan Imam Husein as bekerja keras untuk mengokohkan dasar-dasar akidah, menyebarkan nilai-nilai dan hukum-hukum Islam, dan mendidik jiwa umat yang mempunyai potensi untuk itu. Sesuai dengan kondisi yang dihadapi, para imam itu menggugah masyarakat secara sembunyi-sembunyi untuk memerangi penguasa-penguasa zalim. Di samping itu, mereka menanamkan benih-benih harapan akan munculnya negara Ilahi di seluruh dunia, sampai akhirnya para imam suci itu menemui kesyahidannya, satu persatu.
Dengan usaha yang begitu serius dan gigih, para imam suci as dapat menjelaskan dan menyebarkan hakikat Islam kepada umat manusia dalam tempo dua setengah abad, meski mereka banyak mengalami tantangan yang keras, rintangan yang besar, dan keletihan yang berat. Mereka jelaskan sebagian dari hakikat dan nilai-nilai Islam itu kepada umat manusia secara umum, dan sebagian lainnya hanya kepada pengikut-pengikut setia dan sahabat-sahabat pilihan mereka. Dengan cara seperti itu tersebarlah ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam dengan berbagai sisi dan dimensinya kepada umat manusia. Dan dengan cara itu pula syariat Muhammad saw dapat terjamin kelanggengannya.
Berkat perjuangan para imam suci tersebut terbentuklah kelompok-kelompok kecil di negara-negara Islam yang berani mengadakan perlawanan terhadap para penguasa tiran, dan mereka pun mampu—meskipun dalam bentuk yang terbatas—mengurangi tekanan para penguasa diktator tersebut dalam berbuat aniaya, melakukan penyimpangan-penyimpangan, dan berlaku sewenang-wenang terhadap umat Islam.
Akan tetapi, satu hal yang sangat ditakuti oleh para penguasa zalim dan membuat mereka resah ialah janji Allah akan munculnya Imam Mahdi AS yang berpotensi memusnahkan eksistensi mereka. Oleh karena itulah para penguasa tiran yang hidup semasa dengan Imam Hasan Al-Askari as senantiasa mengawasi beliau dengan sangat ketat untuk dapat membunuh setiap bayi laki-laki yang akan lahir dari keturunannya. Dan kita saksikan bagaimana beliau sendiri menemui kesyahidannya di tangan mereka pada usia yang relatif muda.
Akan tetapi, Hikmah Ilahiyah menghendaki bahwa Al-Mahdi AS telah lahir sebelum wafatnya ayah beliau itu, sebagai janji untuk menyelamatkan dan membebaskan umat manusia. Sebab itulah pada masa hidup ayahnya sampai usianya masuk 5 tahun, tidak seorang pun yang berhasil berjumpa dengannya kecuali hanya beberapa syi'ah pilihan. Dan setelah ayahnya wafat, Imam Mahdi AS menjalin hubungan dengan masyarakat melalui empat orang perantara yang masing-masing berperan sebagai wakil-wakil khusus beliau. Mereka itu adalah Utsman bin Sa'id, Muhammad bin Usman bin Sa'id, Husain bin Ruh dan Ali bin Muhammad As-Samari.
Kegaiban Imam Mahdi AS terhitung sejak kelahirannya hingga wafatnya wakil beliau yang keempat, dinamakan Kegaiban Kecil (ghaibah shugra). Dan setelah itu, mulailah Kegaiban Besar (ghaibah kubra) yang akan berlangsung terus dalam masa yang tidak diketahui, sampai suatu hari kelak umat manusia telah memiliki kesiapan yang cukup untuk menerima pemerintahan Ilahi yang berskala global dan universal. Ketika itulah Imam Mahdi AS akan muncul dengan izin dan perintah Allah SWT.
Dengan uraian singkat di atas dapat kita pahami bahwa hikmah, falsafah dan rahasia kegaiban Al-Mahdi AS adalah demi menjaga keselamatan beliau dari tangan para penguasa tiran. Hikmah dan falsafah lainnya yang telah disinggung oleh sebagian riwayat ialah untuk menempa keimanan umat manusia, dan menguji sejauh mana kesetiaan mereka hingga mampu istiqamah dan bertahan setelah hujjah itu telah sempurna atas mereka.
Dan yang perlu dipahami, bahwa terjadinya Kegaiban Besar pada Al-Mahdi as. tidak berarti umat manusia itu terhalangi sama sekali dari berkah wujudnya. Beberapa riwayat menjelaskan bahwa kegaiban beliau laksana matahari yang bersembunyi di balik awan, yang pancaran sinarnya masih bisa dimanfaatkan oleh penduduk bumi.[ Biharul Anwar, Al-Majlisi, jilid 52/ 92.]

Di samping itu, tidak sedikit orang-orang yang telah mendapat taufik berjumpa dengan Imam Al-Mahdi AS, walaupun beliau menampakkan dirinya sebagai seorang yang tampak asing. Banyak di antara mereka yang mendapatkan berkah dari beliau, seperti terpenuhinya hajat dan teratasinya kesulitan-kesulitan mereka, baik yang sifatnya duniawi atau pun ukhrawi.
Yang jelas, keyakinan pada keberadan dan hidupnya Imam Mahdi AS merupakan faktor penting dan pengaruh yang besar dalam menanamkan ketenangan hati, serta menaruh harapan di tengah-tengah umat manusia, sehingga mereka berusaha untuk memperbaiki diri mereka dan bersiap-siap menyambut kemunculannya.

Demikianlah, wasalam

SILAKAN PERTANYAAN INI UNTUK DIJAWAB :

APAKAH TUJUAN AKHIR DARI DIUTUSNYA NABI SAW? BAGAIMANA TUJUAN INI DAPAT TERWUJUD? AYAT-AYAT APA SAJA YANG MEMBERIKAN KABAR GEMBIRA IHWAL AKAN DITEGAKKANNYA PEMERINTAHAN ISLAM YANG UNIVERSAL? APAKAH MANFAAT DAN BERKAH YANG DAPAT DIAMBIL OLEH UMAT MANUSIA PADA MASA KEGAIBAN SEKARANG INI?

0 komentar:

AGAMA DALAM ELABORASI TERHADAP KETUHANAN


AGAMA DALAM ELABORASI TERHADAP KETUHANAN

-----------------------------------------------------------

Ben Michael Tan





Segala sesuatu hal yang berkaitan dengan hubungan manusia lebih bijak dan adil ketika kita dalam sebuah perjanjian [agreement] karna akan mengacu pada titik adil dan lebih manusiawi dengan uraian beberapa SYARAT yang harus dipenuhi. Jelas dalam hal ini ATURAN menjadi dasar akan sebuah perjanjian itu dibuat.



Berbeda ketika TUHAN menawarkan sebuah AGAMA kepada manusia untuk diimaninya, Tuhan tidak pernah menawarkan SYARAT untuk mereka, tetapi Tuhan hanya menampilkan PILIHAN yang akan dipilih oleh manusia itu sendiri.



Manusia sekrang banyak yang tidak malu, Memaksa menolak prinsip bahwa “AGAMA itu tanpa syarat”, mereka ini selalu mengklaim kalo AGAMA punya syarat, begitulah kesombongan manusia dimata TUHAN untuk semesta alam. Justru itulah AGAMA banyak disalah gunakan oleh para oknum2 yang disebut MANUSIA.  


Dalam Islam, dengan jelas Posisi TUHAN adalah sebagai penolong. Jika manusia tersebut PERCAYA-YAKIN-MENGIMANI. Jika tidak Tuhan tidak akan memberikan kehendakNya.


APAKAH TUHAN MEMPUNYAI SYARAT ?



Tuhan menawarkan kepada manusia untuk sebuah pengakuan dalam islam dinamakan SAHADAT, dan disini bukan merupakan TUHAN punya SYARAT dan jangan dijadikan ini adalah sebuah PERSYARATAN, tetapi bahwasanya Allah SWT menyatakan kepada Semua semesta Alam ini. [karna hokum Allah SWT tidak sama dengan hokum manusia, dialek Allah SWT tidak akan sama dengan manusia, karena manusia makhluk yang diciptakan-Nya], agar manusia tidak menciptakan TUHANNYA sendiri.



Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia [QS 3:18]





Tetapi sebaliknya JIKA AGAMA ITU DIBUAT OLEH MANUSIA, maka AGAMA tersebut tentulah mempunyai SYARAT yang harus dipenuhi sebelum masuk kedalam AGAMA tersebut. Justru itu Allah SWT sangat senang kepada manusia yang mengunakan Akalnya engan baik, bukan berdiri pada sisi gelap dari PAHAM AGAMA [yang dilahir oleh sekelompok manusia] [QS 10:100]





"ISLAM AJARAN TANPA SYARAT, ISLAM BUTUH HANYA TUNDUK PATUH DAN ISLAM TIDAK BUTA"



ISLAM "tanpa syarat" mengeleborasikan konsep "IKHLAS dan TUNDUK PATUH" Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,[QS 2:139]
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. [QS 4:125]
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada Allah dan tulus ikhlas agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. [QS 4:146]
Tiada dosa atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, [QS 9:91]
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".[QS 2:131]
dan selanjutnya, banyak dasar didalam alquran mengatakan ISLAM itu agama tanpa syarat [tunduk patuh] .....
ISLAM TIDAK BUTA meng eleborasikan Islam adalah bukan ajaran dongeng belaka dan menduga duga. Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab , kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga . Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. [QS 2:78-79]
Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja . Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. [QS 2:171]
APA SAMA ORANG YANG MELIHAT DAN BUTA ??
Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?" [QS 6:50]





"ISLAM AJARAN TANPA SYARAT, ISLAM BUTUH HANYA TUNDUK PATUH DAN ISLAM TIDAK BUTA"



Demikian kerangka pikir pada sisi terang dalam mengeleborasikan ISLAM yang di tawarkan oleh TUHAN, akan jelas jika kita mau berpikir kepada ruang yang TIDAK mengedepankan sebuah SYARAT, karena pada hakikatnya manusia itu adalah UMAT YANG SATU.

Manusia itu adalah umat yang satu. , maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.[QS 2:213]

Jika Allah SWT punya syarat tentulah perkembangan manusia dalam zaman per zaman tidak akan berubah. Dan dari pemahaman yang keliru ini manusia banyak mengatakan bahwa ALLAH SWT itu tidak ADIL dan tidak kita pungkiri banyak manusia saat sekrang tidak mempercayai Allah SWT  sebagai pencipta alam ini. Karna manusia berupaya membuat doktrin yang menolak ISLAM AJARAN TANPA SYARAT.





 Jazak’Allah khair

0 komentar:

"MENGAPA NABI MUHAMMAD BANYAK ISTRI"

"MENGAPA NABI MUHAMMAD BANYAK ISTRI"


JIKA MEMANG NABI MUHAMMAD SAW, MENGAWII ISTRI-ISTRI NYA ATAS DASAR HAWA NAFSU, MAKA TENTU AKAN DIKAWINI GADIS-GADIS DAN BUKAN JANDA-JANDA TUA MISKIN, BAHKAN KEBANYAKAN BERUSIA LEBIH TUA DAN BAHKAN LALU MENINGGAL DULUAN.

BERIKUT ADALAH SEBAGIAN HADIS NABI, YANG MENUNJUKKAN BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BUKAN ASAL MENIKAHI PEREMPUAN BEGITU SAJA.
 
NABI MUHAMMAD SAW MENOLAK UNTUK MENIKAHI WANITA YANG TIDAK HALAL UNTUK DINIKAHI MENURUT HUKUM ALLAH, WALAUPUN ITU GADIS-GADIS BAHKAN DITAWARKAN KEPADA NYA UNTUKDINIKAHI NYA

مسند أحمد ٢٦١٤٤: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا
قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْكِحْ أُخْتِي ابْنَةَ أَبِي سُفْيَانَ فَزَعَمَتْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا أَوَتُحِبِّينَ ذَلِكَ قَالَتْ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي خَيْرٍ أُخْتِي قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَا يَحِلُّ لِي فَقُلْتُ فَوَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَتَحَدَّثُ أَنَّكَ تُرِيدُ أَنْ تَنْكِحَ دُرَّةَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَةَ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَايْمُ اللَّهِ إِنَّهَا لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي مَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ وَأَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ

Musnad Ahmad 26144:
Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, nikahilah saudariku, anak perempuan Abu Sufyan!” Ummu Habibah mengaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Apakah kamu menghendaki demikian?” Ummu Habibah menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Sehingga aku tidak sendirian bersamamu, dan aku lebih suka jika orang yang bersekutu denganku dalam kebaikan itu adalah dari saudaraku.” Ummu Habibah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab: “Sesugguhnya yang demikian itu tidak halal bagiku.” Maka aku berkata, “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami pasti akan berbicara bahwa tuan hendak menikahi Durrah binti Abu Salamah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya: “Anak perempuan Ummu Salamah?” Ummu Habibah menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Demi Allah, sekiranya ia bukan anak dari isteriku yang ada dalam pemeliharaanku, dia juga tidak halal bagiku. Sesungguhnya dia adalah anak perempuan saudara laki-lakiku sepersusuan, Tsuwaibah telah menyusui aku dan Abu Salamah, maka janganlah kalian menawarkan anak-anak kalian dan saudara saudara perempuan kalian.”


DAN NABI MUHAMMAD SAW, MENIKAHI WANITA BUKAN KARENA RUPANYA, DEMIKIAN PULA PESANNYA KEPADA UMATNYA

سنن ابن ماجه ١٨٤٩: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبيُّ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

Sunan Ibnu Majah 1849:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.”


NABI MUHAMMAD SAW BAHKAN TIDAK MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP, UNTUK HANYA SEKEDAR BERSENANG-SENANG DENGAN ISTRI-ISTRI NYA.

DIBAWAH INI APA-APA YANG DILAKUKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEPANJANG MALAM HINGGA MENJELANG PAGI

صحيح البخاري ٩٣٩: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً كَانَتْ تِلْكَ صَلَاتَهُ تَعْنِي بِاللَّيْلِ فَيَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِينَ آيَةً قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلصَّلَاةِ

Shahih Bukhari 939:
Aisyah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat sebelas rakaat, begitulah cara beliau shalat -yakni shalat tahajjut-. Dalam shalat tersebut beliau sujud seperti lamanya kalian membaca sekitar lima puluh ayat sebelum mengangkat kepalanya. Dan beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat subuh. Kemudian beliau berbaring pada sebelah tubuh sebelah kanan hingga datang mu’adzin (membangunkan) untuk shalat.”

صحيح البخاري ٩٤١: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي مُسْلِمٌ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كُلَّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ

Shahih Bukhari 941:
Aisyah ia berkata, “Sepanjang malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dan berhenti pada waktu sahur.”


MENGAPA NABI MUHAMMAD SAW BERPOLIGAMI, BAHKAN TERKESAN JUMLAHNYA BANYAK SEKALI ?

Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.

Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya) .

Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.

Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .

Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”. Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.

Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.


LALU MENGAPA MUHAMMAD SAW. TIDAK MENCERAIKAN ISTRI-ISTRINYA, SETELAH AYAT PEMBATASAN JUMLAH ISTRI DITURUNKAN ?

1 AYAT TENTANG PEMBATASAN LEBIH DARI 4 TURUNYA SETELAH, ISTRI NABI LEBIH DARI 4
 
2 ADA PERINTAH ALLAH YG MELARANG UMAT ISLAM UNTUK MENIKAHI JANDA NABI, UNTUK MENJAGA KERANCUAN KELUARGA DAN KETURUNAN NYA, JUGA NAMA BAIKNYA.

Karena orang-orang kafir pada masanya, selalu mengatakan, untuk menghinakan Nabi Muhammad saw, bahwa mereka akan segera menikahi istri-istri Nabi bila beliau Wafat, atau bila Nabi menceraikannya.


3 BANYAK JANDA TUA, YG DITINGGAL MATI SUAMINYA, TERLANTAR DAN SAHABAT NABI TIDAK ADA YG MAU MENGAWINI NYA. DAN MEREKA SUDAH TIDAK MEMILIKI SIAPA-SIAPA UNTUK BERSANDAR

MAKA APABILA MEREKA DICERAIKAN OLEH MUHAMMAD SAW. MEREKA AKAN TERLANTAR, DAN AKAN MEMBANGKITKAN KEBENCIAN DARI SUKU ASAL DARIMANA ISTRI NABI BERASAL, KARENA MERASA DIHINAKAN.

LALU TURUNLAH FIRMAN ALLAH DIBAWAH INI, BAHWA JANDA NABI TIDAK BOLEH DIKAWINI,

QS 33:53


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا [٣٣:٥٣]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
﴿٥٣﴾


Catatan :

SESUNGGUHNYALAH UMAT KRISTEN INI ADALAH UMAT YANG SANGAT BERLEBIHAN, SUDAH SESAT MENGINGKARI SEORANG NABI UTUSAN ALLAH, LALU BAHKAN SELALU MENGHUJATNYA

QS 33:57

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا [٣٣:٥٧]Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.﴿٥٧﴾


WAHAI UMAT KRISTEN, BAGAIMANA PENDAPAT KALIAN, BILA ALQURAN ITU BENAR, SEMENTARA KALIAN SIBUK MENGINGKARINYA, BAHKAN SIBUK MENGHUJAT NABI UTUSAN ALLAH

QS 46:10

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

4 komentar:

MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?


MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?
-----------------------------------------------------------
 



“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad”

Sebagian banyak Ulama sepakat mengatakan bahwa ISLAM dahulu barulah dia memiliki IMAN. Karna ISLAM adalah Ucapan, IMAN adalah Perbuatan ..
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=60223

Saya berpandangan IMAN dahulu barulah ISLAM, sepertinya pandangan ulama diatas wajib direvisi, agar ajaran ISLAM tidak digunakan kepada hal hal yang tidak baik, dan selalu mengatasnamakan ISLAM, jadi konsep rahmatan lil alamin ini tidak nyata pada diri seorang manusia didunia ini, Jadi konsep yang mengatakan "ISLAM ITU ADALAH RAHMAT DAN AGAMA YANG TIDAK MENJADI RAHMAT ITU BUKAN ISLAM" tidak lebih hanya sebagai retorika para ulama yang tanpa memperdulikan ke Islaman seorang,

Kenyataan masih banyak orang orang islam itu mengkafirkan dan menyesatkan keyakinan atau iman seseorang, sehingga menimbulkan dampa polarisasi yang tidak baik untuk umat manusia.

Dasar berpikir :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS 5:3]

Dari Ayat diatas, jika kita mengurai dalam bentuk frase ;
“DIHARAMKAN [baik dan buruk]” sebelum kita tahu hal hal yang diharamkan, kita butuh Ilmu pengetahuan tentang itu, efek samping atau dampak yang tidak baik terhadap diri kita, kembali seorang ISLAM itu suci lagi menyucikan.
“PUTUS ASA” sangatlah manusiawi jika seorang manusia yang tak beragama itu putus asa, karna dengan ilmu pengetahuan atau didikan yang baik dari segala disiplin ilmu yang ada didunia ini mengembleng seorang manusia itu untuk tidak putus asa,
Dilain sisi mengapa masih banyak orang orang yang beragama “putus asa” contohnya yaitu banyak muslim yang menjadi pelacur, banyak muslim yang berselingkuh, banyak muslim yang korupsi, banyak muslim yang pembunuh, banyak muslim berjudi, banyak muslimm yang mengkafirkan sesama muslim dan masih banyak perbuatan [iman*] muslim yang sangat menjauh dari ISLAM itu sendiri.
“KESEMPURNAAN” Tidak salah lagi jika seseorang yang mempunyai ILMU dan PENGETAHUAN akan sangat minimal dalam putus asa jelas akan menerima dan masuk ke Wilayah AGAMA itu dengan sempurna dengan isi otak dan keyakinan sebagai penjelmaan IMAN seorang manusia, tentulah dapat memilih mana agama yang dapat dipercayainya, untuk menuju sebuah perjalanan spiritual yang sangat menarik hati dan memandang sebuah rahmat yang nyata dalam hidup beragama. JADI ketika IMAN telah menyapa tentulah kita dapat melihat Ajaran mana yang cocok untuk kehdupan kita, karena AGAMA adalah indentitas diri kita, dan kualitas kita dalam pencapaian tingkat pikiran dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.


Jika masih pandangan ULAMA diatas, tidak dipungkiri AGAMA itu akan menjadi sebuah NEGARA. Dalam sebuah Negara itu ada nilai minus dan nilai plus, sedangkan konsep ISLAM itu sesungguhnya adalah sebuah nikmat dalam RAHMAT ;)
Mungkin ini sebagai review untuk pribadi dalam memperkuat dan menambah suplay dari IMAN itu sesunguhnya.

0 komentar:

Bible telling that the kingdom of God will be taken away from Israelites & will be given to nation of Prophet Ishmael (pbuh)



BIBLE TELLING THAT THE KINGDOM OF GOD WILL BE TAKEN AWAY FROM ISRAELITES & WILL BE GIVEN TO NATION OF PROPHET ISHMAEL (PBUH)

source : www.bible.com
------------------------- 

 


Prophet Jesus(pbuh) was talking to the chief priests and the elders of the people of Israel...
 

Matthew 21:23
New King James Version (NKJV)
23 Now when He came into the temple, the chief priests and the elders of the people confronted Him as He was teaching, and said, “By what authority are You doing these things? And who gave You this authority?”


The conversation continues till Prophet Jesus (pbuh) said to them...

Matthew 21:43
New King James Version (NKJV)
43 “Therefore I say to you, the kingdom of God will be taken from you and given to a nation bearing the fruits of it.


*this verse corresponded to Gen 17:20...where God make covenant that He will make Prophet Ishmael(pbuh) fruitful and will multiply him exceedingly. He(Prophet Ishmael) shall beget TWELVE PRINCES(RULERS), and  God will make him(Prophet Ishmael) a great nation
Genesis 17:20
New King James Version (NKJV)
20 And as for Ishmael, I have heard you. Behold, I have blessed him, and will make him fruitful, and will multiply him exceedingly. He shall beget twelve princes, and I will make him a great nation.

0 komentar:

Copyright © 2013 AHLULBAIT and Blogger Templates - Anime OST.