PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA.
AGAMA DALAM ELABORASI TERHADAP KETUHANAN
AGAMA DALAM ELABORASI TERHADAP KETUHANAN
-----------------------------------------------------------
Ben Michael Tan
Segala sesuatu hal yang
berkaitan dengan hubungan manusia lebih bijak dan adil ketika kita dalam sebuah
perjanjian [agreement] karna akan mengacu pada titik adil dan lebih manusiawi
dengan uraian beberapa SYARAT yang harus dipenuhi. Jelas dalam hal ini ATURAN
menjadi dasar akan sebuah perjanjian itu dibuat.
Berbeda ketika TUHAN menawarkan sebuah AGAMA kepada manusia untuk
diimaninya, Tuhan tidak pernah menawarkan SYARAT untuk mereka, tetapi Tuhan
hanya menampilkan PILIHAN yang akan dipilih oleh manusia itu sendiri.
Manusia sekrang banyak yang tidak malu, Memaksa menolak prinsip bahwa “AGAMA
itu tanpa syarat”, mereka ini selalu mengklaim kalo AGAMA punya syarat,
begitulah kesombongan manusia dimata TUHAN untuk semesta alam. Justru itulah
AGAMA banyak disalah gunakan oleh para oknum2 yang disebut MANUSIA.
Dalam Islam, dengan jelas Posisi TUHAN
adalah sebagai penolong. Jika manusia tersebut PERCAYA-YAKIN-MENGIMANI. Jika
tidak Tuhan tidak akan memberikan kehendakNya.
APAKAH TUHAN MEMPUNYAI SYARAT ?
Tuhan menawarkan kepada manusia untuk sebuah pengakuan dalam islam dinamakan
SAHADAT, dan disini bukan merupakan TUHAN punya SYARAT dan jangan dijadikan ini
adalah sebuah PERSYARATAN, tetapi bahwasanya Allah SWT menyatakan kepada Semua
semesta Alam ini. [karna hokum Allah SWT tidak sama dengan hokum manusia,
dialek Allah SWT tidak akan sama dengan manusia, karena manusia makhluk yang
diciptakan-Nya], agar manusia tidak menciptakan TUHANNYA sendiri.
Allah
menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia [QS 3:18]
Tetapi sebaliknya JIKA AGAMA ITU DIBUAT OLEH MANUSIA, maka AGAMA tersebut
tentulah mempunyai SYARAT yang harus dipenuhi sebelum masuk kedalam AGAMA
tersebut. Justru itu Allah SWT sangat senang kepada manusia yang mengunakan
Akalnya engan baik, bukan berdiri pada sisi gelap dari PAHAM AGAMA [yang
dilahir oleh sekelompok manusia] [QS 10:100]
"ISLAM AJARAN TANPA SYARAT, ISLAM BUTUH HANYA TUNDUK PATUH DAN
ISLAM TIDAK BUTA"
ISLAM "tanpa syarat"
mengeleborasikan konsep "IKHLAS dan TUNDUK PATUH"
Katakanlah:
"Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah
Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan
hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,[QS 2:139]
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. [QS 4:125]
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada Allah dan tulus ikhlas agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. [QS 4:146]
Tiada dosa atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, [QS 9:91]
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".[QS 2:131]
dan selanjutnya, banyak dasar didalam alquran mengatakan ISLAM itu agama tanpa syarat [tunduk patuh] .....
ISLAM TIDAK BUTA meng eleborasikan Islam adalah bukan ajaran dongeng belaka dan menduga duga. Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab , kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga . Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. [QS 2:78-79]
Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja . Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. [QS 2:171]
APA SAMA ORANG YANG MELIHAT DAN BUTA ??
Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?" [QS 6:50]
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. [QS 4:125]
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada Allah dan tulus ikhlas agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. [QS 4:146]
Tiada dosa atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, [QS 9:91]
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".[QS 2:131]
dan selanjutnya, banyak dasar didalam alquran mengatakan ISLAM itu agama tanpa syarat [tunduk patuh] .....
ISLAM TIDAK BUTA meng eleborasikan Islam adalah bukan ajaran dongeng belaka dan menduga duga. Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab , kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga . Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. [QS 2:78-79]
Dan perumpamaan orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja . Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti. [QS 2:171]
APA SAMA ORANG YANG MELIHAT DAN BUTA ??
Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak aku mengetahui yang ghaib dan tidak aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?" [QS 6:50]
"ISLAM AJARAN TANPA SYARAT, ISLAM BUTUH HANYA TUNDUK PATUH DAN
ISLAM TIDAK BUTA"
Demikian kerangka pikir pada sisi terang dalam mengeleborasikan ISLAM yang
di tawarkan oleh TUHAN, akan jelas jika kita mau berpikir kepada ruang yang TIDAK
mengedepankan sebuah SYARAT, karena pada hakikatnya manusia itu adalah UMAT
YANG SATU.
Manusia itu adalah umat yang satu. , maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.[QS 2:213]
Jika Allah SWT punya syarat tentulah perkembangan manusia dalam
zaman per zaman tidak akan berubah. Dan dari pemahaman yang keliru ini manusia
banyak mengatakan bahwa ALLAH SWT itu tidak ADIL dan tidak kita pungkiri banyak
manusia saat sekrang tidak mempercayai Allah SWT sebagai pencipta alam ini. Karna manusia
berupaya membuat doktrin yang menolak ISLAM AJARAN TANPA SYARAT.
Jazak’Allah khair
"MENGAPA NABI MUHAMMAD BANYAK ISTRI"
"MENGAPA NABI MUHAMMAD BANYAK ISTRI"
JIKA MEMANG NABI MUHAMMAD SAW, MENGAWII ISTRI-ISTRI NYA ATAS DASAR HAWA NAFSU, MAKA TENTU AKAN DIKAWINI GADIS-GADIS DAN BUKAN JANDA-JANDA TUA MISKIN, BAHKAN KEBANYAKAN BERUSIA LEBIH TUA DAN BAHKAN LALU MENINGGAL DULUAN.
BERIKUT ADALAH SEBAGIAN HADIS NABI, YANG MENUNJUKKAN BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BUKAN ASAL MENIKAHI PEREMPUAN BEGITU SAJA.
NABI MUHAMMAD SAW MENOLAK UNTUK MENIKAHI WANITA YANG TIDAK HALAL UNTUK DINIKAHI MENURUT HUKUM ALLAH, WALAUPUN ITU GADIS-GADIS BAHKAN DITAWARKAN KEPADA NYA UNTUKDINIKAHI NYA
مسند أحمد ٢٦١٤٤: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا
قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْكِحْ أُخْتِي ابْنَةَ أَبِي سُفْيَانَ فَزَعَمَتْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا أَوَتُحِبِّينَ ذَلِكَ قَالَتْ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي خَيْرٍ أُخْتِي قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَا يَحِلُّ لِي فَقُلْتُ فَوَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَتَحَدَّثُ أَنَّكَ تُرِيدُ أَنْ تَنْكِحَ دُرَّةَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَةَ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَايْمُ اللَّهِ إِنَّهَا لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي مَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ وَأَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ
Musnad Ahmad 26144:
Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, nikahilah saudariku, anak perempuan Abu Sufyan!” Ummu Habibah mengaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Apakah kamu menghendaki demikian?” Ummu Habibah menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Sehingga aku tidak sendirian bersamamu, dan aku lebih suka jika orang yang bersekutu denganku dalam kebaikan itu adalah dari saudaraku.” Ummu Habibah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab: “Sesugguhnya yang demikian itu tidak halal bagiku.” Maka aku berkata, “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami pasti akan berbicara bahwa tuan hendak menikahi Durrah binti Abu Salamah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya: “Anak perempuan Ummu Salamah?” Ummu Habibah menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Demi Allah, sekiranya ia bukan anak dari isteriku yang ada dalam pemeliharaanku, dia juga tidak halal bagiku. Sesungguhnya dia adalah anak perempuan saudara laki-lakiku sepersusuan, Tsuwaibah telah menyusui aku dan Abu Salamah, maka janganlah kalian menawarkan anak-anak kalian dan saudara saudara perempuan kalian.”
DAN NABI MUHAMMAD SAW, MENIKAHI WANITA BUKAN KARENA RUPANYA, DEMIKIAN PULA PESANNYA KEPADA UMATNYA
سنن ابن ماجه ١٨٤٩: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبيُّ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ
Sunan Ibnu Majah 1849:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.”
NABI MUHAMMAD SAW BAHKAN TIDAK MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP, UNTUK HANYA SEKEDAR BERSENANG-SENANG DENGAN ISTRI-ISTRI NYA.
DIBAWAH INI APA-APA YANG DILAKUKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEPANJANG MALAM HINGGA MENJELANG PAGI
صحيح البخاري ٩٣٩: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً كَانَتْ تِلْكَ صَلَاتَهُ تَعْنِي بِاللَّيْلِ فَيَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِينَ آيَةً قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلصَّلَاةِ
Shahih Bukhari 939:
Aisyah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat sebelas rakaat, begitulah cara beliau shalat -yakni shalat tahajjut-. Dalam shalat tersebut beliau sujud seperti lamanya kalian membaca sekitar lima puluh ayat sebelum mengangkat kepalanya. Dan beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat subuh. Kemudian beliau berbaring pada sebelah tubuh sebelah kanan hingga datang mu’adzin (membangunkan) untuk shalat.”
صحيح البخاري ٩٤١: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي مُسْلِمٌ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كُلَّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ
Shahih Bukhari 941:
Aisyah ia berkata, “Sepanjang malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dan berhenti pada waktu sahur.”
MENGAPA NABI MUHAMMAD SAW BERPOLIGAMI, BAHKAN TERKESAN JUMLAHNYA BANYAK SEKALI ?
Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.
Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.
Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya) .
Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.
Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .
Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.
Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.
John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).
Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”. Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.
Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.
LALU MENGAPA MUHAMMAD SAW. TIDAK MENCERAIKAN ISTRI-ISTRINYA, SETELAH AYAT PEMBATASAN JUMLAH ISTRI DITURUNKAN ?
1 AYAT TENTANG PEMBATASAN LEBIH DARI 4 TURUNYA SETELAH, ISTRI NABI LEBIH DARI 4
2 ADA PERINTAH ALLAH YG MELARANG UMAT ISLAM UNTUK MENIKAHI JANDA NABI, UNTUK MENJAGA KERANCUAN KELUARGA DAN KETURUNAN NYA, JUGA NAMA BAIKNYA.
Karena orang-orang kafir pada masanya, selalu mengatakan, untuk menghinakan Nabi Muhammad saw, bahwa mereka akan segera menikahi istri-istri Nabi bila beliau Wafat, atau bila Nabi menceraikannya.
3 BANYAK JANDA TUA, YG DITINGGAL MATI SUAMINYA, TERLANTAR DAN SAHABAT NABI TIDAK ADA YG MAU MENGAWINI NYA. DAN MEREKA SUDAH TIDAK MEMILIKI SIAPA-SIAPA UNTUK BERSANDAR
MAKA APABILA MEREKA DICERAIKAN OLEH MUHAMMAD SAW. MEREKA AKAN TERLANTAR, DAN AKAN MEMBANGKITKAN KEBENCIAN DARI SUKU ASAL DARIMANA ISTRI NABI BERASAL, KARENA MERASA DIHINAKAN.
LALU TURUNLAH FIRMAN ALLAH DIBAWAH INI, BAHWA JANDA NABI TIDAK BOLEH DIKAWINI,
QS 33:53
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا [٣٣:٥٣]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
﴿٥٣﴾
Catatan :
SESUNGGUHNYALAH UMAT KRISTEN INI ADALAH UMAT YANG SANGAT BERLEBIHAN, SUDAH SESAT MENGINGKARI SEORANG NABI UTUSAN ALLAH, LALU BAHKAN SELALU MENGHUJATNYA
QS 33:57
إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا [٣٣:٥٧]Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.﴿٥٧﴾
WAHAI UMAT KRISTEN, BAGAIMANA PENDAPAT KALIAN, BILA ALQURAN ITU BENAR, SEMENTARA KALIAN SIBUK MENGINGKARINYA, BAHKAN SIBUK MENGHUJAT NABI UTUSAN ALLAH
QS 46:10
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
JIKA MEMANG NABI MUHAMMAD SAW, MENGAWII ISTRI-ISTRI NYA ATAS DASAR HAWA NAFSU, MAKA TENTU AKAN DIKAWINI GADIS-GADIS DAN BUKAN JANDA-JANDA TUA MISKIN, BAHKAN KEBANYAKAN BERUSIA LEBIH TUA DAN BAHKAN LALU MENINGGAL DULUAN.
BERIKUT ADALAH SEBAGIAN HADIS NABI, YANG MENUNJUKKAN BAHWA NABI MUHAMMAD SAW BUKAN ASAL MENIKAHI PEREMPUAN BEGITU SAJA.
NABI MUHAMMAD SAW MENOLAK UNTUK MENIKAHI WANITA YANG TIDAK HALAL UNTUK DINIKAHI MENURUT HUKUM ALLAH, WALAUPUN ITU GADIS-GADIS BAHKAN DITAWARKAN KEPADA NYA UNTUKDINIKAHI NYA
مسند أحمد ٢٦١٤٤: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّهَا
قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْكِحْ أُخْتِي ابْنَةَ أَبِي سُفْيَانَ فَزَعَمَتْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا أَوَتُحِبِّينَ ذَلِكَ قَالَتْ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَسْتُ لَكَ بِمُخْلِيَةٍ وَأَحَبُّ مَنْ شَرِكَنِي فِي خَيْرٍ أُخْتِي قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَا يَحِلُّ لِي فَقُلْتُ فَوَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَتَحَدَّثُ أَنَّكَ تُرِيدُ أَنْ تَنْكِحَ دُرَّةَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَةَ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَايْمُ اللَّهِ إِنَّهَا لَوْ لَمْ تَكُنْ رَبِيبَتِي فِي حِجْرِي مَا حَلَّتْ لِي إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَةِ وَأَرْضَعَتْنِي وَأَبَا سَلَمَةَ ثُوَيْبَةُ فَلَا تَعْرِضْنَ عَلَيَّ بَنَاتِكُنَّ وَلَا أَخَوَاتِكُنَّ
Musnad Ahmad 26144:
Ummu Habibah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, nikahilah saudariku, anak perempuan Abu Sufyan!” Ummu Habibah mengaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya: “Apakah kamu menghendaki demikian?” Ummu Habibah menjawab, “Benar, wahai Rasulullah. Sehingga aku tidak sendirian bersamamu, dan aku lebih suka jika orang yang bersekutu denganku dalam kebaikan itu adalah dari saudaraku.” Ummu Habibah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab: “Sesugguhnya yang demikian itu tidak halal bagiku.” Maka aku berkata, “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami pasti akan berbicara bahwa tuan hendak menikahi Durrah binti Abu Salamah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya: “Anak perempuan Ummu Salamah?” Ummu Habibah menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Demi Allah, sekiranya ia bukan anak dari isteriku yang ada dalam pemeliharaanku, dia juga tidak halal bagiku. Sesungguhnya dia adalah anak perempuan saudara laki-lakiku sepersusuan, Tsuwaibah telah menyusui aku dan Abu Salamah, maka janganlah kalian menawarkan anak-anak kalian dan saudara saudara perempuan kalian.”
DAN NABI MUHAMMAD SAW, MENIKAHI WANITA BUKAN KARENA RUPANYA, DEMIKIAN PULA PESANNYA KEPADA UMATNYA
سنن ابن ماجه ١٨٤٩: حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبيُّ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ
Sunan Ibnu Majah 1849:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.”
NABI MUHAMMAD SAW BAHKAN TIDAK MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP, UNTUK HANYA SEKEDAR BERSENANG-SENANG DENGAN ISTRI-ISTRI NYA.
DIBAWAH INI APA-APA YANG DILAKUKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEPANJANG MALAM HINGGA MENJELANG PAGI
صحيح البخاري ٩٣٩: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً كَانَتْ تِلْكَ صَلَاتَهُ تَعْنِي بِاللَّيْلِ فَيَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِينَ آيَةً قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُؤَذِّنُ لِلصَّلَاةِ
Shahih Bukhari 939:
Aisyah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat sebelas rakaat, begitulah cara beliau shalat -yakni shalat tahajjut-. Dalam shalat tersebut beliau sujud seperti lamanya kalian membaca sekitar lima puluh ayat sebelum mengangkat kepalanya. Dan beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melaksanakan shalat subuh. Kemudian beliau berbaring pada sebelah tubuh sebelah kanan hingga datang mu’adzin (membangunkan) untuk shalat.”
صحيح البخاري ٩٤١: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي مُسْلِمٌ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كُلَّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ
Shahih Bukhari 941:
Aisyah ia berkata, “Sepanjang malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat witir dan berhenti pada waktu sahur.”
MENGAPA NABI MUHAMMAD SAW BERPOLIGAMI, BAHKAN TERKESAN JUMLAHNYA BANYAK SEKALI ?
Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW.
Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.
Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya) .
Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.
Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive. Beberapa perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh didalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .
Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.
Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.
John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).
Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other for consort”. Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.
Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.
LALU MENGAPA MUHAMMAD SAW. TIDAK MENCERAIKAN ISTRI-ISTRINYA, SETELAH AYAT PEMBATASAN JUMLAH ISTRI DITURUNKAN ?
1 AYAT TENTANG PEMBATASAN LEBIH DARI 4 TURUNYA SETELAH, ISTRI NABI LEBIH DARI 4
2 ADA PERINTAH ALLAH YG MELARANG UMAT ISLAM UNTUK MENIKAHI JANDA NABI, UNTUK MENJAGA KERANCUAN KELUARGA DAN KETURUNAN NYA, JUGA NAMA BAIKNYA.
Karena orang-orang kafir pada masanya, selalu mengatakan, untuk menghinakan Nabi Muhammad saw, bahwa mereka akan segera menikahi istri-istri Nabi bila beliau Wafat, atau bila Nabi menceraikannya.
3 BANYAK JANDA TUA, YG DITINGGAL MATI SUAMINYA, TERLANTAR DAN SAHABAT NABI TIDAK ADA YG MAU MENGAWINI NYA. DAN MEREKA SUDAH TIDAK MEMILIKI SIAPA-SIAPA UNTUK BERSANDAR
MAKA APABILA MEREKA DICERAIKAN OLEH MUHAMMAD SAW. MEREKA AKAN TERLANTAR, DAN AKAN MEMBANGKITKAN KEBENCIAN DARI SUKU ASAL DARIMANA ISTRI NABI BERASAL, KARENA MERASA DIHINAKAN.
LALU TURUNLAH FIRMAN ALLAH DIBAWAH INI, BAHWA JANDA NABI TIDAK BOLEH DIKAWINI,
QS 33:53
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا [٣٣:٥٣]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
﴿٥٣﴾
Catatan :
SESUNGGUHNYALAH UMAT KRISTEN INI ADALAH UMAT YANG SANGAT BERLEBIHAN, SUDAH SESAT MENGINGKARI SEORANG NABI UTUSAN ALLAH, LALU BAHKAN SELALU MENGHUJATNYA
QS 33:57
إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا [٣٣:٥٧]Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.﴿٥٧﴾
WAHAI UMAT KRISTEN, BAGAIMANA PENDAPAT KALIAN, BILA ALQURAN ITU BENAR, SEMENTARA KALIAN SIBUK MENGINGKARINYA, BAHKAN SIBUK MENGHUJAT NABI UTUSAN ALLAH
QS 46:10
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?
MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?
-----------------------------------------------------------
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad”
Sebagian banyak Ulama sepakat mengatakan bahwa ISLAM dahulu barulah dia memiliki IMAN. Karna ISLAM adalah Ucapan, IMAN adalah Perbuatan ..
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=60223
Saya berpandangan IMAN dahulu barulah ISLAM, sepertinya pandangan ulama diatas wajib direvisi, agar ajaran ISLAM tidak digunakan kepada hal hal yang tidak baik, dan selalu mengatasnamakan ISLAM, jadi konsep rahmatan lil alamin ini tidak nyata pada diri seorang manusia didunia ini, Jadi konsep yang mengatakan "ISLAM ITU ADALAH RAHMAT DAN AGAMA YANG TIDAK MENJADI RAHMAT ITU BUKAN ISLAM" tidak lebih hanya sebagai retorika para ulama yang tanpa memperdulikan ke Islaman seorang,
Kenyataan masih banyak orang orang islam itu mengkafirkan dan menyesatkan keyakinan atau iman seseorang, sehingga menimbulkan dampa polarisasi yang tidak baik untuk umat manusia.
Dasar berpikir :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS 5:3]
Dari Ayat diatas, jika kita mengurai dalam bentuk frase ;
“DIHARAMKAN [baik dan buruk]” sebelum kita tahu hal hal yang diharamkan, kita butuh Ilmu pengetahuan tentang itu, efek samping atau dampak yang tidak baik terhadap diri kita, kembali seorang ISLAM itu suci lagi menyucikan.
“PUTUS ASA” sangatlah manusiawi jika seorang manusia yang tak beragama itu putus asa, karna dengan ilmu pengetahuan atau didikan yang baik dari segala disiplin ilmu yang ada didunia ini mengembleng seorang manusia itu untuk tidak putus asa,
Dilain sisi mengapa masih banyak orang orang yang beragama “putus asa” contohnya yaitu banyak muslim yang menjadi pelacur, banyak muslim yang berselingkuh, banyak muslim yang korupsi, banyak muslim yang pembunuh, banyak muslim berjudi, banyak muslimm yang mengkafirkan sesama muslim dan masih banyak perbuatan [iman*] muslim yang sangat menjauh dari ISLAM itu sendiri.
“KESEMPURNAAN” Tidak salah lagi jika seseorang yang mempunyai ILMU dan PENGETAHUAN akan sangat minimal dalam putus asa jelas akan menerima dan masuk ke Wilayah AGAMA itu dengan sempurna dengan isi otak dan keyakinan sebagai penjelmaan IMAN seorang manusia, tentulah dapat memilih mana agama yang dapat dipercayainya, untuk menuju sebuah perjalanan spiritual yang sangat menarik hati dan memandang sebuah rahmat yang nyata dalam hidup beragama. JADI ketika IMAN telah menyapa tentulah kita dapat melihat Ajaran mana yang cocok untuk kehdupan kita, karena AGAMA adalah indentitas diri kita, dan kualitas kita dalam pencapaian tingkat pikiran dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Jika masih pandangan ULAMA diatas, tidak dipungkiri AGAMA itu akan menjadi sebuah NEGARA. Dalam sebuah Negara itu ada nilai minus dan nilai plus, sedangkan konsep ISLAM itu sesungguhnya adalah sebuah nikmat dalam RAHMAT ;)
Mungkin ini sebagai review untuk pribadi dalam memperkuat dan menambah suplay dari IMAN itu sesunguhnya.
Bible telling that the kingdom of God will be taken away from Israelites & will be given to nation of Prophet Ishmael (pbuh)
BIBLE TELLING THAT THE KINGDOM OF GOD WILL BE TAKEN AWAY FROM ISRAELITES & WILL BE GIVEN TO NATION OF PROPHET ISHMAEL (PBUH)
source : www.bible.com
-------------------------
Prophet Jesus(pbuh) was talking to the chief priests and the elders of the people of Israel...
Matthew 21:23
New King James Version (NKJV)
23 Now when He came into the temple, the chief priests and the elders of the people confronted Him as He was teaching, and said, “By what authority are You doing these things? And who gave You this authority?”
The conversation continues till Prophet Jesus (pbuh) said to them...
Matthew 21:43
New King James Version (NKJV)
43 “Therefore I say to you, the kingdom of God will be taken from you and given to a nation bearing the fruits of it.
*this verse corresponded to Gen 17:20...where God make covenant that He will make Prophet Ishmael(pbuh) fruitful and will multiply him exceedingly. He(Prophet Ishmael) shall beget TWELVE PRINCES(RULERS), and God will make him(Prophet Ishmael) a great nation
Genesis 17:20
New King James Version (NKJV)
20 And as for Ishmael, I have heard you. Behold, I have blessed him, and will make him fruitful, and will multiply him exceedingly. He shall beget twelve princes, and I will make him a great nation.
Langganan:
Komentar (Atom)





0 komentar: