MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?
MANAKAH YANG DAHULU IMAN ATAU ISLAM ?
-----------------------------------------------------------
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad”
Sebagian banyak Ulama sepakat mengatakan bahwa ISLAM dahulu barulah dia memiliki IMAN. Karna ISLAM adalah Ucapan, IMAN adalah Perbuatan ..
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=60223
Saya berpandangan IMAN dahulu barulah ISLAM, sepertinya pandangan ulama diatas wajib direvisi, agar ajaran ISLAM tidak digunakan kepada hal hal yang tidak baik, dan selalu mengatasnamakan ISLAM, jadi konsep rahmatan lil alamin ini tidak nyata pada diri seorang manusia didunia ini, Jadi konsep yang mengatakan "ISLAM ITU ADALAH RAHMAT DAN AGAMA YANG TIDAK MENJADI RAHMAT ITU BUKAN ISLAM" tidak lebih hanya sebagai retorika para ulama yang tanpa memperdulikan ke Islaman seorang,
Kenyataan masih banyak orang orang islam itu mengkafirkan dan menyesatkan keyakinan atau iman seseorang, sehingga menimbulkan dampa polarisasi yang tidak baik untuk umat manusia.
Dasar berpikir :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS 5:3]
Dari Ayat diatas, jika kita mengurai dalam bentuk frase ;
“DIHARAMKAN [baik dan buruk]” sebelum kita tahu hal hal yang diharamkan, kita butuh Ilmu pengetahuan tentang itu, efek samping atau dampak yang tidak baik terhadap diri kita, kembali seorang ISLAM itu suci lagi menyucikan.
“PUTUS ASA” sangatlah manusiawi jika seorang manusia yang tak beragama itu putus asa, karna dengan ilmu pengetahuan atau didikan yang baik dari segala disiplin ilmu yang ada didunia ini mengembleng seorang manusia itu untuk tidak putus asa,
Dilain sisi mengapa masih banyak orang orang yang beragama “putus asa” contohnya yaitu banyak muslim yang menjadi pelacur, banyak muslim yang berselingkuh, banyak muslim yang korupsi, banyak muslim yang pembunuh, banyak muslim berjudi, banyak muslimm yang mengkafirkan sesama muslim dan masih banyak perbuatan [iman*] muslim yang sangat menjauh dari ISLAM itu sendiri.
“KESEMPURNAAN” Tidak salah lagi jika seseorang yang mempunyai ILMU dan PENGETAHUAN akan sangat minimal dalam putus asa jelas akan menerima dan masuk ke Wilayah AGAMA itu dengan sempurna dengan isi otak dan keyakinan sebagai penjelmaan IMAN seorang manusia, tentulah dapat memilih mana agama yang dapat dipercayainya, untuk menuju sebuah perjalanan spiritual yang sangat menarik hati dan memandang sebuah rahmat yang nyata dalam hidup beragama. JADI ketika IMAN telah menyapa tentulah kita dapat melihat Ajaran mana yang cocok untuk kehdupan kita, karena AGAMA adalah indentitas diri kita, dan kualitas kita dalam pencapaian tingkat pikiran dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Jika masih pandangan ULAMA diatas, tidak dipungkiri AGAMA itu akan menjadi sebuah NEGARA. Dalam sebuah Negara itu ada nilai minus dan nilai plus, sedangkan konsep ISLAM itu sesungguhnya adalah sebuah nikmat dalam RAHMAT ;)
Mungkin ini sebagai review untuk pribadi dalam memperkuat dan menambah suplay dari IMAN itu sesunguhnya.


0 komentar: