PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA.

PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI
DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA.
Ben Michael Tan
CONFESSION [PENGAKUAN]
THE FAREWELL PILGRIMAGE [HAJI WADA]

Pada tanggal 18 dzul-hajjah, setelah menyelesaikan ibadah haji terakhirnya (hajjatul-widaa), nabi sawa meninggalkan mekah menuju madinah, di mana ia dan kerumunan orang mencapai tempat bernama ghadir khum (yang dekat dengan juhfah hari ini). Itu adalah tempat di mana orang-orang dari berbagai DAERAH harus mengucapkan selamat tinggal yang baik untuk satu sama lain dan mengambil rute yang berbeda untuk rumah mereka. Di tempat ini, ayat berikut diturunkan:
HAI RASUL, SAMPAIKANLAH APA YANG DITURUNKAN KEPADAMU DARI TUHANMU. DAN JIKA TIDAK KAMU KERJAKAN KAMU TIDAK MENYAMPAIKAN AMANAT-NYA. ALLAH MEMELIHARA KAMU DARI MANUSIA . SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK MEMBERI PETUNJUK KEPADA ORANG-ORANG YANG KAFIR. [QS 5:67]
Rasul allah menyatakan : " tampaknya waktu mendekati ketika aku akan dipanggil ( oleh allah ) dan aku akan menjawab panggilan bahwa saya berangkat ke DUA HAL YANG BERHARGA DAN JIKA ANDA MEMATUHI KEDUANYA , KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT SETELAH SAYA pergi . Adapun dua hal itu adalah KITAB ALLAH [ALQURAN] DAN SUNAH PADA KETURUNANKU [AHLULBAIT] . Kedua tidak akan pernah terpisah dari satu sama lain sampai mereka datang kepadaku didalam ( surga ). "

LALU RASULULLAH MELANJUTKAN: "APAKAH AKU TIDAK MEMILIKI HAK ATAS KAUM BERIMAN LEBIH DARI ADA DIRI MEREKA SENDIRI " TERIAK ORANG-ORANG DAN MENJAWAB : " YA , RASULULLAH . " KEMUDIAN NABI ( SAWA ) MENGANGKAT TANGAN ' ALI DAN BERKATA : "BARANG SIAPA MENGANGGAP AKU SEBAGAI PEMIMPINNYA (MAWLA), MAKA BAGINYA ALI ADALAH JUGA PEMIMPINNYA (MAWLA). YA ALLAH, DUKUNGLAH SIAPA YANG MENDUKUNG DIA (ALI), DAN MUSUHILAH SIAPA YANG MENJADI MUSUHNYA."

SEGERA SETELAH NABI (SAWA) SELESAI BERPIDATO, AYAT BERIKUT DARI AL QUR'AN DITURUNKAN:
..... PADA HARI INI TELAH KUSEMPURNAKAN UNTUK KAMU AGAMAMU, DAN TELAH KU-CUKUPKAN KEPADAMU NI'MAT-KU, DAN TELAH KU-RIDHAI ISLAM ITU JADI AGAMA BAGIMU.... [QS 5:3]



CONFESSION [PENGAKUAN]
KEPEMIMPINAN DAN BETAPA ALLAH SWT MENCINTAI AHLUL BAIT NABI
Berikut Adalah Beberapa Ayat Dari Al-Qur'an Tentang Kebenaran Pure Imams [Imam Ma’sum]
[QS 33:33], [QS 42 :23], [QS 3:61], [QS 3:103], [QS 9:119], [QS 6:153], [QS 4:59], [QS 4:115], [ QS 13:7], [1:6-7], [QS 4:69], [ QS 21: 27-28], [QS 5:55], [QS 20:82], [QS 2:208], [QS 102:8], [QS 5:67], [QS 5:3], [QS 70:1-2], [QS 7:172], [QS 4:54], [QS 56:79], [QS 3:7], [QS 21:73] – [QS 16:43]

CONCLUSION

Kepemimpinan [IMAMAH] memiliki dua bagian.
Bagian pertama adalah PEMIMPIN/NABI/IMAM. Kami percaya bahwa karena Allah tahu siapa yang terbaik untuk posisi tersebut, DIA menugasi pemimpin bagi umat manusia, seperti yang ditunjukkan dalam Al-Qur'an (lihat Qur'an 2:124, 21:73, 32:24, dll). PENUNJUKAN IMAM DAPAT DIKETAHUI MELALUI DEKLARASI NABI ATAU IMAM SEBELUMNYA. Agar kepemimpinan memanifestasikan dirinya dalam pemerintahan, ada Bagian kedua yang diperlukan, yaitu para PENGIKUT. Harus ada pengikut bagi pemimpin yang memimpin dan pada akhirnya dapat membentuk pemerintahannya.

Allah telah menyelesaikan karunia-Nya atas kita dengan MENETAPKAN KEPEMIMPINAN. Hal ini tinggal kita untuk melakukan dan menjalaninya, yaitu untuk mengikuti KEPEMIMPINAN NABI DAN AHLUL-BAIT. Jika kita melakukannya, pemimpin akan datang secara otomatis ke dalam kekuasaan dalam kehidupan duniawi ini. Namun, jika kita tidak mematuhi mereka, PEMIMPIN tersebut tidak memiliki kekuatan dalam penampilan dan Pergerakannya dan ia tetap sebagai pemimpin spiritual bagi beberapa pengikutnya yang setia (Imam al-Muttaqin ).

PANDANGAN SUNNI DAN PARA SEJARAHWAN UNTUK MELIHAT PERISTIWA INI


Banyaknya ulama Sunni yang menceritakan kejadian ini, baik secara rinci ataupun ringkasannya, sungguh mengagumkan! Peristiwa historis ini dikisahkan oleh 110 sahabat Nabi (sawa), 84 tabi'in, dan kemudian oleh ratusan pakar Dunia Islam, sejak abad pertama hingga abad ke-14 Hijriah (abad tujuh hingga abad dua puluh M).
Angka-angka di atas hanya sebagian/kilasan yang direkam ulama Sunni!

Di bawah ini sebagian kecil rujukan sumber-sumber periwayatan itu. Banyak di antara ulama (yang meriwayatkanya) tidak saja mengutip pernyataan Nabi (sawa) tapi juga menegaskannya sebagai SAHIH (autentik):
1. al-Hakim al-Naysaburi, al-Mustadrak `ala al-Sahihayn (Beirut), volume 3, pp. 109- 110, p. 133, p. 148, p. 533. Ia menegaskan bahwa hadis ini sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim; al-Dhahabi membenarkan keabsahannya.
2. al-Tirmidhi, Sunan (Cairo), vol. 5, p. 633
3. Ibn Majah, Sunan, (Cairo, 1952), vol. 1, p. 45
4. Ibn Hajar al-'Asqalani, Fath al-Bari bi Sharh Sahih al-Bukhari, (Beirut, 1988), vol. 7, p. 61
5. Al-'Ayni, 'Umdat al-Qari Sharh Sahih al-Bukhari, vol. 8, p. 584
6. Ibn al-'Athir, Jami` al-'usul, i, 277, no. 65;
7. Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, vol. 2, p. 259 and p. 298
8. Fakhr al-Din al-Razi, Tafsir al-Kabir, (Beirut, 1981), vol. 11, p. 53
9. Ibn Kathir, Tafsir Qur'an al-'Azim, (Beirut), vol. 2, p. 14
10. Al-Wahidi, Asbab al-Nuzul, p. 164
11. Ibn al-'Athir, Usd al-Ghaba fi Ma'rifat al-Sahaba, (Cairo), vol.3, p. 92
12. Ibn Hajar al-'Asqalani, Tahdhib al-Tahdhib, (Hyderabad, 1325), vol. 7, p. 339
13. Ibn Kathir, al-Bidayah wa al-Nihayah, (Cairo, 1932), vol. 7, p. 340, vol. 5, p. 213
14. Al-Tahawi, Mushkil al-Athar, (Hyderabad, 1915), vol. 2, pp. 308-9
15. Nur al-Din al-Halabi al-Shafi'i, al-Sirah al-Halabiyya, vol. 3, p. 337
16. Al-Zurqani, Sharh al-Mawahib al-Ladunniyya, vol. 7, p. 13

MENANGGAPI PENDAPAT YANG TIDAK PERCAYA TERHADAP KEGAIBAN IMAM MAHDI

Kegaiban dan Falsafahnya
Kegaiban (ghaibah) termasuk salah satu keistimewaan imam kedua belas, Imam Mahdi afs. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Ahlulbait as. Abdul ‘Azim Al-Hasani meriwayatkan sebuah hadis dari Imam Muhammad Al-Jawad as, dari ayah dan kakek-kakeknya, dari Amirul Mukminin Ali as, beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qa’im (Imam Mahdi as) itu dari keturunan kami, ia akan mengalami kegaiban yang sangat panjang masanya, aku melihat orang-orang Syi’ah pada masa kegaibannya itu pergi berlalu-lalang ke sana ke mari mencarinya bagaikan hewan-hewan ternak yang berhamburan mencari tempat perlindungan, namun mereka tidak menemukannya. Ketahuilah, barang siapa di antara mereka yang berpegang teguh pada ajarannya dan hatinya tidak menjadi keras akibat panjangnya kegaiban Imamnya itu, kelak ia akan bersamaku dalam satu derajat pada Hari Kiamat.”
Kemudian beliau melanjutkan, “Sesungguhnya Al-Qa’im itu dari keturunan kami, apabila ia telah bangkit (muncul), ia tidak akan mengadakan baiat dan kompromi kepada seorang penguasa pun. Oleh karena itulah kelahirannya tersembunyi dan sosoknya pun dalam kegaiban." [ Muntakhab Al-Atsar, hal. 251.]
Diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin as, dari ayahnya, dari kakeknya Ali bin Abi Thalib as, bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Al-Qa’im itu dari keturunan kami, ia akan mengalami dua kali kegaiban; kegaiban yang satu lebih panjang dari yang lainnya. Hanya orang-orang yang kokoh keyakinannya dan benar makrifatnyalah yang akan tetap berpegang teguh kepada Imamahnya." [ Muntakhab Al-Atsar, hal. 251.]
Dalam rangka membongkar falsafah dan hikmah kegaiban Imam Zaman afs, kita harus menengok dan mengkaji sejarah hidup dan sirah para imam suci as Sebagaimana telah kita ketahui, bahwa mayoritas umat Islam telah membaiat Khalifah Abu Bakar setelah wafatnya Rasul saw. Kemudian, kekhalifahan jatuh ke tangan Umar, dan setelahnya ke tangan Utsman.
Pada akhir kekuasaan Khalifah Utsman, telah terjadi pemberontakan massa terhadapnya lantaran banyaknya kebusukan dan kerusakan yang timbul dari perlakuan yang tidak adil terhadap rakyatnya. Akhirnya mereka membunuh Ustman. Dan setelah itu, mereka membaiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.
Pada masa kekuasaan tiga khalifah, Imam Ali as yang merupakan khalifah yang sah, yang langsung diangkat oleh Rasulullah saw atas perintah Allah SWT, lebih banyak diam dalam menghadapi penyelewengan-penyelewengan mereka. Hal itu beliau lakukan demi menjaga maslahat kaum muslimin yang baru mengenal Islam. Beliau tidak banyak berbicara kecuali pada hal-hal yang telah lengkap buktinya. Pada sat yang sama, beliau sama sekali tidak lalai untuk selalu berkhidmat dan bekerja keras demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin.
Namun pada masa kekhilafahannya, Imam Ali as terpaksa menghabiskan seluruh masa itu di medan-medan peperangan melawan pasukan 'Aisyah, Muawiyah, dan kelompok Khawarij. Kehidupan beliau pun berakhir dengan syahadah di tangan salah seorang pengikut Khawarij.
Kemudian kita saksikan bagaimana Imam Hasan as mencapai syahadahnya setelah diracun oleh seseorang atas perintah Muawiyah. Dan setelah kematian Muawiyah, anaknya Yazid menduduki kursi kekuasaan dinasti Umayah. Yazid sama sekali tidak mengenal nilai-nilai Islam, tidak pula mengamalkannya. Karenanya, Islam terancam kehancuran pada masa kekuasaannya itu akibat dari perilakunya yang sewenang-wenang. Oleh karena itu, Imam Husein as bangkit demi menegakkan keadilan. Akhirnya, beliau meraih syahadah dalam keadaan teraniaya. Dengan cara demikian itu, beliau telah dapat menyelamatkan Islam dari ancaman kehancuran, karena hanya dengan cara itulah beliau telah berhasil membangkitkan tidur dan kelalaian umat Islam. Hanya saja, kondisi sosial masa itu belum meluangkan untuk menegakkan negara Islam yang adil.
Berangkat dari sinilah para imam suci pasca kesyahidan Imam Husein as bekerja keras untuk mengokohkan dasar-dasar akidah, menyebarkan nilai-nilai dan hukum-hukum Islam, dan mendidik jiwa umat yang mempunyai potensi untuk itu. Sesuai dengan kondisi yang dihadapi, para imam itu menggugah masyarakat secara sembunyi-sembunyi untuk memerangi penguasa-penguasa zalim. Di samping itu, mereka menanamkan benih-benih harapan akan munculnya negara Ilahi di seluruh dunia, sampai akhirnya para imam suci itu menemui kesyahidannya, satu persatu.
Dengan usaha yang begitu serius dan gigih, para imam suci as dapat menjelaskan dan menyebarkan hakikat Islam kepada umat manusia dalam tempo dua setengah abad, meski mereka banyak mengalami tantangan yang keras, rintangan yang besar, dan keletihan yang berat. Mereka jelaskan sebagian dari hakikat dan nilai-nilai Islam itu kepada umat manusia secara umum, dan sebagian lainnya hanya kepada pengikut-pengikut setia dan sahabat-sahabat pilihan mereka. Dengan cara seperti itu tersebarlah ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam dengan berbagai sisi dan dimensinya kepada umat manusia. Dan dengan cara itu pula syariat Muhammad saw dapat terjamin kelanggengannya.
Berkat perjuangan para imam suci tersebut terbentuklah kelompok-kelompok kecil di negara-negara Islam yang berani mengadakan perlawanan terhadap para penguasa tiran, dan mereka pun mampu—meskipun dalam bentuk yang terbatas—mengurangi tekanan para penguasa diktator tersebut dalam berbuat aniaya, melakukan penyimpangan-penyimpangan, dan berlaku sewenang-wenang terhadap umat Islam.
Akan tetapi, satu hal yang sangat ditakuti oleh para penguasa zalim dan membuat mereka resah ialah janji Allah akan munculnya Imam Mahdi AS yang berpotensi memusnahkan eksistensi mereka. Oleh karena itulah para penguasa tiran yang hidup semasa dengan Imam Hasan Al-Askari as senantiasa mengawasi beliau dengan sangat ketat untuk dapat membunuh setiap bayi laki-laki yang akan lahir dari keturunannya. Dan kita saksikan bagaimana beliau sendiri menemui kesyahidannya di tangan mereka pada usia yang relatif muda.
Akan tetapi, Hikmah Ilahiyah menghendaki bahwa Al-Mahdi AS telah lahir sebelum wafatnya ayah beliau itu, sebagai janji untuk menyelamatkan dan membebaskan umat manusia. Sebab itulah pada masa hidup ayahnya sampai usianya masuk 5 tahun, tidak seorang pun yang berhasil berjumpa dengannya kecuali hanya beberapa syi'ah pilihan. Dan setelah ayahnya wafat, Imam Mahdi AS menjalin hubungan dengan masyarakat melalui empat orang perantara yang masing-masing berperan sebagai wakil-wakil khusus beliau. Mereka itu adalah Utsman bin Sa'id, Muhammad bin Usman bin Sa'id, Husain bin Ruh dan Ali bin Muhammad As-Samari.
Kegaiban Imam Mahdi AS terhitung sejak kelahirannya hingga wafatnya wakil beliau yang keempat, dinamakan Kegaiban Kecil (ghaibah shugra). Dan setelah itu, mulailah Kegaiban Besar (ghaibah kubra) yang akan berlangsung terus dalam masa yang tidak diketahui, sampai suatu hari kelak umat manusia telah memiliki kesiapan yang cukup untuk menerima pemerintahan Ilahi yang berskala global dan universal. Ketika itulah Imam Mahdi AS akan muncul dengan izin dan perintah Allah SWT.
Dengan uraian singkat di atas dapat kita pahami bahwa hikmah, falsafah dan rahasia kegaiban Al-Mahdi AS adalah demi menjaga keselamatan beliau dari tangan para penguasa tiran. Hikmah dan falsafah lainnya yang telah disinggung oleh sebagian riwayat ialah untuk menempa keimanan umat manusia, dan menguji sejauh mana kesetiaan mereka hingga mampu istiqamah dan bertahan setelah hujjah itu telah sempurna atas mereka.
Dan yang perlu dipahami, bahwa terjadinya Kegaiban Besar pada Al-Mahdi as. tidak berarti umat manusia itu terhalangi sama sekali dari berkah wujudnya. Beberapa riwayat menjelaskan bahwa kegaiban beliau laksana matahari yang bersembunyi di balik awan, yang pancaran sinarnya masih bisa dimanfaatkan oleh penduduk bumi.[ Biharul Anwar, Al-Majlisi, jilid 52/ 92.]

Di samping itu, tidak sedikit orang-orang yang telah mendapat taufik berjumpa dengan Imam Al-Mahdi AS, walaupun beliau menampakkan dirinya sebagai seorang yang tampak asing. Banyak di antara mereka yang mendapatkan berkah dari beliau, seperti terpenuhinya hajat dan teratasinya kesulitan-kesulitan mereka, baik yang sifatnya duniawi atau pun ukhrawi.
Yang jelas, keyakinan pada keberadan dan hidupnya Imam Mahdi AS merupakan faktor penting dan pengaruh yang besar dalam menanamkan ketenangan hati, serta menaruh harapan di tengah-tengah umat manusia, sehingga mereka berusaha untuk memperbaiki diri mereka dan bersiap-siap menyambut kemunculannya.

Demikianlah, wasalam

SILAKAN PERTANYAAN INI UNTUK DIJAWAB :

APAKAH TUJUAN AKHIR DARI DIUTUSNYA NABI SAW? BAGAIMANA TUJUAN INI DAPAT TERWUJUD? AYAT-AYAT APA SAJA YANG MEMBERIKAN KABAR GEMBIRA IHWAL AKAN DITEGAKKANNYA PEMERINTAHAN ISLAM YANG UNIVERSAL? APAKAH MANFAAT DAN BERKAH YANG DAPAT DIAMBIL OLEH UMAT MANUSIA PADA MASA KEGAIBAN SEKARANG INI?

0 komentar:

Copyright © 2013 AHLULBAIT and Blogger Templates - Anime OST.